Masa Kecil, Remaja dan Pendidikan

Tapi saya tekankan, saya TAMAT kuliah


Saya lahir dan tinggal di Tokyo bersama orang tua saya hingga saya usia 2,5 tahun. Sekitar tahun 1983, kami pun pindah ke Jakarta. Di Jakarta, kami tinggal di Kawasan Bintaro Kodam, walaupun hanya sebentar karena Papa harus mengikuti Pendidikan Sesko AD-nya, maka saya dan Mama mengungsi ke rumah Datuk dan Oma di Kawasan Tebet. Saya pun bersekolah pertama di Kawasan Tebet, tepatnya di TK 17 Agustus. Setahun di sana, kemudian Papa tamat Sesko AD dan mendapatkan penempatannya di Sibolga. Maka berboyonglah kami ke Sibolga pada tahun 1984 dan saya dimasukkan ke TK Aisyiah Sibolga hingga tamat di tahun 1985.

Kemudian, Papa dipindahtugaskan ke Korem 032 Padang. Pada saat itu, karena masih euphoria sekolah di sekolah Islam, maka saya diberi kebebasan memilih sekolah dan pilihan saya jatuh pada SD Baiturrahmah Padang. Tapi ternyata saya tidak betah di sana hanya karena lauk makan siang yang disediakan adalah Ayam Balado. Saya sudah request kepada pengurus katering, tapi tidak digubris. Akhirnya setelah 1 bulan sekolah, saya pun mogok sekolah. Dan kemudian Mama menawarkan sekolah di dekat rumah di kawasan Jl. Sudirman Padang yaitu di SD Pertiwi.

Dan akhirnya saya pindah ke sana dan merasa senang karena bisa berjalan kaki ke sekolah, tidak perlu berdesakkan di atas Bus Sekolah. Di SD Pertiwi, saya juga hanya mengenyam Pendidikan hingga Cawu III awal dan kemudian ikut Papa lagi ke Payakumbuh karena Beliau menerima amanah untuk menjabat sebagai Dandim Payakumbuh pada tahun 1986.

1986 hingga 1987 kami tinggal di Payakumbuh dan saya bersekolah di SDN 02 Payakumbuh. Hanya sampai kelas 2 saya bersekolah di sana dan kemudian pindah lagi ke Jakarta. Di Jakarta kami Kembali ke Bintaro Kodam dan saya disekolahkan di dekat rumah, SD Hanjuang. Di sana saya hanya sampai tamat kelas 3 karena setelah itu Papa dan Mama saya memutuskan untuk memindahkan saya ke sekolah yang agak jauh di Kawasan Mayestik bersama dengan sepupu-sepupu saya di SDN Gunung
01 Pagi. Waktu itu mungkin alasan mereka supaya Tante saya bisa ikut mengawasi saya karena kedua orang tua saya bekerja dan selalu punya shift malam. Di SDN Gunung 01 Pagi saya mulai pendidikan saya di kelas 4 sampai kelas 6 awal, berarti dari tahun 1988 hingga 1990.

Tahun 1990, Ayah saya lulus tes Atase Pertahanan dan mendapatkan penempatan di New Delhi, India. Jadilah kami sekeluarga pindah ke sana dan saya bersekolah di Sekolah Indonesia New Delhi India (SINDI). Saya sekolah di sana hingga tamat SD dan kemudian Papa memindahkan saya sekolah ke American Embassy School (AES), kalau di Jakarta mungkin sejenis Jakarta International School.
Pengalaman sekolah di sini sangat berkesan buat saya. Mulai dari yang stress 3 bulan pertama karena ketertinggalan Bahasa sampai ketika waktu habis kesana kemari mencari beasiswa supaya saya bisa menamatkan sekolah di sana sampai SMA. Nanti saya cerita khusus bagian ini karena
sekolah di AES ini sangat mempengaruhi masa depan saya nantinya.

Hingga kelas 8 di AES, kemudian waktu di India sudah habis. Saya pulang lebih dahulu agar bisa menyesuaikan dengan tahun ajaran Indonesia dan mendaftar di SMPN 19 Jakarta, sebelahan sama SDN Gunung 01 Pagi. Jadi untuk beradaptasi cukup mudah karena banyak teman-teman waktu di SD yang juga sekolah di sini. Lagi-lagi saya sekolah di sini karena sepupu saya pun bersekolah di sini. Karena saya pulang duluan, jadi saya tinggal dengan Tante saya di Kawasan Ciledug. Sepulang orang tua saya dari India, saya Kembali tinggal dengan mereka di Kawasan Bintaro Kodam, dan kemudian pindah ke Kompleks Hankam Cibubur.

Pada masa inilah saya merasa seperti pekerja di Jakarta – pergi subuh jam 5, sekolah sampai jam 13.00, pulang sekolah les hingga jam 18.00, sampai rumah jam 22.00 WIB. Saya terpaksa ikut bimbingan belajar di Kawasan Bulungan pada saat itu karena kurikulum di sekolah internasional dan sekolah Indonesia jauh berbeda. Karena saya masuk di kelas 3 dan harus persiapan EBTA dan EBTANAS maka saya harus mengejar ketertinggalan.


Tamat di SMPN 19 Jakarta tahun 1995, kemudian Papa ditunjuk menjadi Bupati Sawahlunto/Sijunjung. Maka pindahlah lagi kami ke Sumatera Barat. Tapi pada saat itu saya memilih untuk bersekolah di Kota Padang karena sudah membayangkan kalau ikutan di Sijunjung pada saat itu pasti saya tidak bisa belajar mandiri. Akhirnya saya tinggal di rumah sepupu Mama di Kawasan Jl.Taman Siswa dan sekolah di SMAN 1 Padang. Syukurlah karena ada teman yang mendongkak nilai
yang diterima di sekolah itu, maka saya ikutan keterima juga karena nilai saya di atas dia. Hahahaha..
Jadi yang bilang saya nyogok masuk SMANSA Padang, maaf sekali, itu salah!


Di masa SMA inilah saya bertahan di satu sekolah hingga tamat. Tidak seperti TK yang terdiri dari 2
TK baru tamat, SD juga sekolah di 6 sekolah dan SMP sekolah di 2 sekolah – udah kayak pindah naik
aja! Tamat di tahun 1998, angkatan reformasi, kemudian saya bersekolah di Universitas Andalas
jurusan D3 Akuntansi. Tapi hanya satu semester karena saya suka begadang jadi pergi ke kampus
pagi-pagi itu menyiksa banget dan sering hamper nabrak median jalan. Makanya di tahun 1999 saya
mengulang UMPTN dan akhirnya diterima di Universitas Negeri Padang jurusan Sastra Inggris (Non
Kependidikan). Saya menamatkan kuliah saya di 2009, banyak yang meragukan, tapi saya tamat kuliah. Walaupun saya tidak ikut ceremony wisuda dan sampai sekarang saya belum mengambil
ijazah saya. Tapi saya tekankan, saya TAMAT kuliah.

Bersambung ...