Who is Bumiy

Berdasarkan akta kelahiran, nama lengkap saya Miya Maharani Syahrul. Tapi setelah sekolah dan selanjutnya, nama saya jadi Miya Maharani tok. Mungkin orang tua saya lupa kalau mereka membubuhkan nama Papa saya pada akhir nama lengkap saya. Waktu saya sekolah di luar, nama saya Miya Syahrul, karena yang biasanya dipakai di sana hanya first and family name.

Saya lahir di Tokyo pada tanggal 21 Oktober 1980 dari dua orang hebat – Papa bernama Syahrul Anwar dan Mama saya bernama Sawitri Chaernaliza. Saya anak tunggal. Untuk dapat saya saja orang tua saya harus merelakan karirnya pada saat itu. Mereka menikah di tahun 1975 dan melahirkan saya di tahun 1980, butuh lima tahun kesabaran untuk mendapatkan momongan.

Sedikit tentang orang tua saya. Papa berasal dari Koto Kaciak, Kabupaten 50 Kota. Datuk saya bernama Anwar ZA (Zainal Abidin – nama buyut saya) dan Nenek saya bernama Sabiha. Lahir pada tanggal 9 Juli 1943 dengan seorang kembarannya yang bernama Syahril Anwar. Papa seorang tentara dari Angkatan Darat, tamatan Akademi Militer Nasional tahun 1968 – kalau istilah Angkatan di Akabri, namanya Angkatan Andalan (Angkatan Enam Delapan). Papa berkarir di Militer hingga tahun 1998, dimana ketika Beliau jadi Bupati Sawahlunto/Sijunjung periode 1995 – 2000, pada era reformasi Beliau harus memilih antara tetap berkarir di TNI AD atau mengabdikan diri menjadi Pamong. Pensiun di tahun 1998 dengan pangkat terakhir Kolonel.

Mama berasal dari Simabua, Kabupaten Tanah Datar. Lahir di tanggal 6 Desember 1950 dari Datuk saya yang bernama Abdul Chaer dan istrinya yang kedua yaitu Nurlela. Tinggal di Simabua hingga usia 1 tahun, kemudian keluarga kecil ini merantau ke Jakarta. Maka dari itu, boleh dikatakan Mama mengenal tanah asalnya lagi ketika Beliau menikah dengan Papa. Mama adalah seorang dokter umum, tamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1975. Karena harus terus mengikuti Papa yang pindah dari kota ke kota, bisa dibilang karir Mama di bidang kedokteran jadi tersendat. Beliau adalah pegawai negeri sehingga untuk mengurus kepindahan yang terkadang belum sampai satu tahun sudah harus pindah lagi sangat menguras waktu. Maka dari itu, Mama sejak tahun 1990 mengambil cuti gajah hingga masa pensiunnya.