KEBETULAN


Jika kebetulan-kebetulan terjadi terlalu banyak dan cocok satu sama lain, apakah kita tetap percaya bahwa itu adalah serangkaian kebetulan belaka?

(Manjali & Cakrabirawa: 18)

Aarghhh.. Kebetulan.

Satu kata bermakna banyak. Menyimpan begitu banyak misteri, sesuatu yang jawabannya tidak pasti.

Aku adalah, mungkin, salah satu makhluk Tuhan yang diberikan begitu banyak kebetulan-kebetulan yang terangkai menjadi sebuah misteri kehidupan. Mengartikannya membuat kita bisa menjadi gila, jadi lebih baik memaknainya dan menikmati kebetulan-kebetulan yang mampir di sini.

Sudah hampir mencapai angka 30 umur ini dan sampai saat ini aku masih merasa bahwa hidupku adalah sebuah misteri manis. Banyak rangkaian peristiwa yang mempengaruhi jalan pikiranku hingga saat ini. Ada yang masih kupegang teguh dan ada yang sudah dieliminasi melalui beragam proses trial and error.

Kehidupan ini yang telah terkotak-kotak menjadi genre-genre: cinta, karir, keluarga, teman, karakter pribadi, prinsip, dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan. Dan semuanya tersentuh oleh yang namanya Kebetulan dan terangkai melalui proses perenungan yang panjang. Membentuk sendimen-sendimen di setiap ruangnya. Kekokohannya ditentukan oleh hasil trial and error tadi.

Kebetulan. Bukan sesuatu yang selalu besar, tapi juga sesuatu yang kecil dan seolah-olah tiada arti. Bukan juga hanya sekali tetapi berkali-kali. Yang kemudian terangkai menjadi sebuah keajaiban bagi makhluk seperti kita dan mengarahkan kita ke proses kehidupan selanjutnya.

Jika itu terjadi, maka seorang ilmuwan akan mencari pola-pola dan seorang beriman akan mencari rencana Tuhan.

(Manjali & Cakrabirawa: 19)

Karena aku bukanlah seorang ilmuwan, maka aku akan memilih pilihan yang kedua. Rencana Tuhan.

Hingga kini aku tidak pernah tahu apa rencana Tuhan kepadaku. Merangkai kebetulan-kebetulan itu dan kemudian mencari apa rencana Tuhan kepada kita sehingga kita menggunakan pola pikir linear, membuat rencana-rencana dan menjalankannya. Menurutku itu hanya membuang waktu dan energi, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang direncanakanNya terhadap kita.

Tuhan menuntun kita kepada rencanaNya melalui tanda-tanda yang diberi nama Kebetulan. Ia mengarahkan kita karena memang jalan kita sudah diatur dan disebut dengan Takdir. Berusaha untuk mengungkap takdir layaknya punduk merindukan bulan. Jadi buatku, memaknai dan menelusuri tanda yang telah diberikanNya dengan sepenuh hati dan kebebasan adalah langkah yang tepat.

Memaknai sebuah kebetulan. Huff, sulit jika hanya dilihat menggunakan kacamata cekung. Cembung adalah kacamata yang tepat, karena seluruh konteks dapat dilihat. Dan juga gunakan pengeras suara yang paling baik agar suara-suara alam yang terkandung di dalamnya pun ikut terdengar, menentukan kedalaman atas pemaknaan kita terhadap kebetulan itu.

Suara-suara alam. Suara-suara hati.

Ada seorang teman yang memberikan pendapat atas pertanyaan yang kukutip di atas dengan,

Kebetulan karena kita tidak siap untuk itu (tak terencana) padahal jika kita bisa ada rumus matematis kemungkinan yang bisa dipakai untuk menghitung probabilitas. Dan aku percaya pada hukum relatifitas dan couse and effect…

Aku tidak setuju dengan ini 100%. Karena menurutku tidak semua hal di dunia ini bisa diartikan secara praktis, matematis, atau bahasa lainnya menggunakan pola pikir linear, seperti yang kusebutkan di atas. Suara-suara alam. Suara-suara hati. Tidak bisa dihitung secara matematis karena ia bersifat kasat mata dan berhubungan dengan rasa.

Jika kita menaruh hati kita pada seseorang dan secara matematis, hubungan tersebut tidak bisa diperjuangkan. Tapi kalau kita mendengarkan suara-suara hati yang meneriakkan sebuah keyakinan bahwa hubungan tersebut cukup berharga untuk diperjuangkan, apa yang akan Anda lakukan?

Relatifitas. Cause and effect. Menurutku hanyalah bagian dari kebetulan-kebetulan itu sendiri, terkandung di dalamnya, menjadi sebuah paket manis untuk kita jalankan. Menjalankannya yang terpenting adalah dengan memaknainya dan menggunakan seluruh indra yang telah diberikanNya.

Aaargghh!

Terlalu pelik untuk dibeberkan secara filosofis mengenai ini karena berhubungan, lagi-lagi, dengan suara-suara yang bergaung di sekelilingku. Yang terpenting buatku sekarang adalah kebetulan-kebetulan yang muncul berkali-kali dan saling cocok serta terangkai indah adalah sebuah misteri hidup yang indah untuk dijalani dengan sepenuh hati dan jiwa.

Ruang 3×4, dalam perenungan yang panjang

7 September 2010, 22:25 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s