Papaku Kembar!! =D


Suatu kebanggaan buatku ketika menyadari bahwa aku mempunyai Papa kembar. Papaku bernama Syahrul Anwar, dan kembarannya bernama Syahril Anwar. Mereka kembar identik.
Konon kabarnya, ketika mereka masih muda, semua orang selalu tertukar karena mereka sangat mirip. Makanya untuk membedakan mana yang Syahrul dan mana yang Syahril, maka Nenek pun membedakan belahan rambutnya. Yang satu ke kiri, yang satu ke kanan.

Banyak cerita lucu perihal kekembaran ini. Dan pastinya jika Anda adalah anak kembar maka akan merasakan hal yang sama.

Cerita yang pernah ku tahu adalah ketika Papaku ikut ujian masuk salah satu perguruan tinggi. Karena dia lemah untuk beberapa mata pelajaran, maka yang mengikuti ujian itu adalah Papa Syahril. Dan ketika Papa Syahril ikut ujian untuk membuat Surat Izin Mengemudi, agar ujian teori dapat dilalui dengan mudah, maka yang mengikuti ujian itu adalah Papaku karena ia adalah seorang tentara. Kenakalan anak kembar! Haha!

Cerita yang lain adalah aku pernah salah peluk orang. Kupikir yang kupeluk adalah Papa. Ketika orang sekitarku tertawa terbahak-bahak, baru kusadari yang kupeluk adalah Papa Syahril. Tengsin!

Cerita lainnya adalah ketika Papa Syahril sedang mengambil kuliah spesialis kandungan, dan Papa sedang mengencani Mama yang merupakan junior Papa Syahril di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ada seorang dosen yang mengira bahwa yang ia temui adalah Papa Syahril, padahal Papaku-lah yang berada di sana. Karena Papaku tidak kenal, maka tak disapanya dosen tersebut. Alhasil, Papa Syahril mendapatkan kesulitan untuk menyelesaikan kuliahnya karena dendam pribadi dari dosen tersebut karena tidak disapa. Arrrgghh! Lagi-lagi gengsi seorang dosen. Kuliah Papa Syahril tetap dipersulit walaupun Beliau sudah mengetahui bahwa yang ia temui pada saat itu bukanlah Papa Syahril. Well, I feel bad for this! Untungnya Papa Syahril cukup berbesar hati menerimanya.

Menurut Nenekku, yang duluan keluar dari rahim adalah Papaku, beberapa menit kemudian barulah Papa Syahril yang keluar. Maka disepakati bahwa Papaku lebih tua daripada Papa Syahril.
Tapi kepergiannya juga hanya berbeda beberapa bulan. Begitukah hakikatnya sepasang anak kembar?

Yang paling aku ingat adalah ketika Papa sakit, pasti Papa Syahril merespon dengan menelpon tanpa kita beri kabar sebelumnya. Pernah satu ketika, mungkin itu adalah cara mereka untuk berpamitan dan janjian di “dunia” yang lain. Ketika itu Papa baru terdiagnosa hal buruk yang baru. Dan entah kenapa, tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba Papa Syahril datang ke Padang dan hanya untuk 1 malam. Dan yang kutahu mereka tidak terlalu membahas tentang diagnosa baru itu. Yang kutahu mereka hanya berbagi tawa dan cerita hingga malam berlalu. Dan itulah saat terakhir kulihat mereka bercanda bersama. Rindu aku melihat mereka.

Sebenarnya masih banyak cerita-cerita menarik lainnya perihal saudara kembar ini, tapi aku pun tidak cukup ingatan untuk mengingatnya. Butuh waktu untuk menarik kembali memori-memori tentang itu. Mungkin suatu saat akan kusambung catatan ini untuk menambah kenangan-kenangan mengenai mereka berdua.

Hari ini, jika jiwa dan raga mereka masih ada di sini, maka mereka akan berumur 66 atau 67 tahun, karena ada sebuah kerancuan tahun berapa mereka lahir sebenarnya. Bagaimana ceritanya, aku pun tak tahu.

Papa, aku, Uni Yani dan Papa Syahril

Aku hanya ingin mengucapkan,
“Selamat Hari Ulang Tahun, Pa dan Pa Syahril..”

Kamar Mandi, di hari ulang tahun Papa dan Papa Syahril yang sudah terlewat sekitar 2 jam..
10 Juli 2010, 2:12 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s