Air..


Setelah bersama-sama dua tahun, tidak bisa dipungkiri lagi ternyata lingkungan dan pengalaman hidup telah merubah kepribadian, prinsip, pandangan, cita-cita dan segala hal yang bersifat pribadi. Bagi beberapa orang hal ini adalah merupakan tantangan untuk bisa bersama-sama. Masalah merupakan suatu simulasi untuk menguatkan ikatan dan penghias hidup, yang jika kita pergi kemana pun selalu mengikuti. Ketika kita bersama, banyak masalah yang telah menghiasi hubungan kita, tetapi semua kita lalui dengan baik dan kita pun menjadi lebih bijak. Tapi kini masalah-masalah yang datang belakangan ini, malah menjadikan, mungkin sebagian dari kita, menjadi tamak, sombong dan selalu melihat ke atas, berangan-angan bahwa dunia atas yang dilihat adalah jalan keluar dari semua masalah. Well, kita tidak akan pernah tahu kecuali mencobanya. Mencobanya berarti membuyarkan semua hubungan kita yang telah kita lalui selama dua tahun. Tidak pernahkah kita melihat kembali hubungan ini dengan lebih positif.

Aku, sebagai mediator, rasa hubungan ini bisa berlanjut dengan lebih baik lagi jika kita bisa lebih bersabar, ikhlas, tulus dan selalu rendah diri. Memang hidup tidak semanis yang kita bayangkan, tetapi dengan kita ikhlas, tulus, rendah hati dan sabar, hidup kita lebih manis dari yang kita rasakan. Sadarkah tentang itu, teman?

Kembali lagi semuanya kepada hati nurani masing-masing. Hidup kita pribadi ya milik kita pribadi, tidak ada yang bisa menguasai hidup kita selain kita dan Tuhan. Kita adalah nakhoda, yang menjalankan hidup perahunya masing-masing. Pihak luar hanya bisa memberikan saran: dimana ada karang, dimana ada badai, dimana cuaca yang bagus, dimana pulau bisa disandar.

Hubungan ini layaknya air. Semakin banyak ia bersekutu, semakin kuat ia, tetapi semakin lentur ia mengikuti bentuk wadahnya. Air tulus. Ia siap membantu siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat apakah ia orang baik atau jahat, kotor atau bersih, apakah ia menggunakan air untuk hal yang baik atau buruk. Andai kita bisa seperti air, tentu masalah ini tidak akan terjadi.

Kedewasaan dan kebijaksanaan yang dibutuhkan disini. Aku harap kita bisa melihat ini semua dengan kedewasaan dan kebijaksanaan.

Padang, 28 Maret 2008 19:27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s